Smansa Medan melahirkan banyak pemimpin di tingkat regional maupun nasional. Alumni Smansa Medan dikenal banyak berkarya di berbagai segi, mulai dari segi pendidikan, politik dan pemerintahan, militer, bisnis, sains, hingga kesenian. Mulai dari gubernur, pangdam, rektor, menteri, senator, legislator, hingga ketua lembaga tinggi negara. Mulai dari sutradara film, fotografer, aktor, penyanyi, hingga musisi.
Beberapa di antaranya adalah:
Seluruh tingkatan alumni Smansa Medan tergabung dalam suatu wadah organisasi yang bernama Alumni SMA N 1 Medan (Ikal Smansa). Ikatan ini memiliki motto: Semua untuk SMA 1, SMA 1 untuk Semua. Kata Semua untuk SMA 1 bermakna anjuran inklusif bahwa Ikatan Alumni SMA N 1 Medan membuka untuk siapa saja yang pernah menempuh studi di dalam Smansa Medan. Kata SMA 1 untuk Semua bermakna seruan positif bahwa alumni Smansa Medan harus dapat benar faedahnya dan benar faedahnya sebesar-besarnya untuk kemajuan warga, bangsa, dan negaranya, bahkan dunia.
Dalam tradisinya, mereka yang dikata sebagai alumni Smansa ialah semua pihak yang pernah menempuh studi di Smansa Medan, termasuk mereka yang tidak menyelesaikan studi hingga lulus dikarenakan pindah, putus sekolah, atau berpulang. Sesuai tradisi ini, maka sosok seperti Kristiani Herrawati Yudhoyono (Ibu Negara Republik Indonesia masa kepemimpinan SBY, menjadi siswi Smansa Medan semasa ayahnya, Sarwo Edhi Wibowo, menjabat Pangdam Bukit Barisan di Medan, lalu pindah ke SMA Negeri 24 Jakarta), atau Andi Rianto (komposer dan pemimpin Magenta Orchestra, dari Smansa Medan pindah ke Bandung dan Amerika Serikat) dapat dikata sebagai alumni Smansa.
![]()
Tinggalkan Komentar